Don't make friends with bad persons, who are negatives or hurt you pyshically and mentally; it makes sense. Don't marry them, it makes sense. Don't make friends or don't have married with someone who are not in your race, your tribe, who don't have faith in the same religion as yours; it doesn't make sense. At all. You are not Hitler. And we've passed millenium, people. All we need is love. Peace, MG.
Monday, June 25, 2012
Kembali
Monday, January 23, 2012
Homesick
Terjebak di tengah kemacetan ibukota yang menyesakkan rongga dada
Dari tulang belikat sampai mata kaki bersyukur tak di luar hisap asap pekat
Namun duduk menjadi saksi padatnya kendaraan kiri kanan depan belakang juga tak bikin senang
Ruang batin hingga kepala diracuni lelah karena kewajiban yang bukan kehendak
Hening dipecah tanyanya kepada saya, dirinya, segenap warga Jakarta
"Orang kok bisa ya kerja dua puluh tahun kayak gini"
"Ya kamu tanyalah sama diri kamu sendiri, mau gak. Aku sih gak mau"
Ternyata capai dan anjingnya jalanan hari itu bikin tak peka juga bikin sensitif
Lalu air mata kami jatuh
Sebenar-benarnya, sesungguh-sungguhnya
Semudah itu menangis karena miris
Atau malah karena, justru karena itu?
Beberapa minggu kemudian
Bertemu seorang sahabat, salah satu alternatif bernapas di sela kesibukan yang bangsat
Bicara ngalor-ngidul hingga tukar cerita tentang hari itu
Sama-sama menengok ke belakang, pengalaman pribadi masing-masing
Di angkutan umum berdesakan dan macet, bikin pusing
Tapi kami belum berumah tangga, masih punya orang tua, pulang ada sembarang
Di kepala langsung para bapak dan ibu pekerja yang terbayang
Berangkat macet pulang macet, kerja bisa saja karena terpaksa, anak sudah dua
Ternyata banyak yang tahan
Atau malah, banting setir dari manusia jadi robot karena tak tahan?
Dari bibirnya terucap sebuah kesimpulan,
"Semua orang Jakarta itu gila. Kita semua gila"
Alice: But I don't want to go among mad people.
The Cat: Oh, you can't help that. We're all mad here. I'm mad. You're mad.
Alice: How do you know I'm mad?
The Cat: You must be. Or you wouldn't have come here.
Mari kabur, pergi jauh
Sebelum luntur, jiwa luruh
Sumpek itu, bukan rumah
Mari pulang, bahagialah.
Monday, January 2, 2012
Lalu Apa?
yang kabarnya adalah tahun kiamat.
Untungnya, atau sayangnya, waktu tetap melaju
dan napas kadang masih terhela berat.
Bersyukur karena keluarga lengkap, partner hebat, tempat berteduh nyaman, dan aman dari istilah pengangguran.
Melamun ke belakang,
mimpi sendiri seakan menyerang.
"Kalau SMA harus masuk jurusan Bahasa"
"Kalau kuliah harus masuk jurusan Jurnalistik"
"Waktu semester dua berkata: mungkin lebih cocok di media seperti Tempo daripada Kompas"
Kalau yang dulu kalau sudah menjadi telah, lalu apa?
Ketika pada masa lampau bahkan seorang Lennon yang ingin jadi jurnalis menjelma musisi?
Melamun ke belakang,
mimpi ke-tiga kini buat berang,
karena sudah dibuang,
tapi masih dicoba karena tertantang,
dan malah jadi bumerang.
Logika bilang, merumuskan yang masih mau dinoktahkan itu hak istimewa manusia.
Walau si (mungkin) bijak suka berkata, keabsahan rumus masih ditentukan sang pencipta.
Bahagia?
8 Januari 2012
Galeri Foto Jurnalistik Antara
Thursday, December 1, 2011
Tuesday, November 29, 2011
Nothing Lasts Forever
Bayangkan kamu terpisah dengan anganmu dan ingin menyalahkan keadaan yang hadir di antara kalian
Entah mengapa yang ada di kepala saya adalah lirik ini
Saat berkaca dan menemukan mimpi menatap saya melalui cermin itu, bagaikan saya ingin melagukan ini untuknya:
It is so easy to see
Dysfunction between you and me
We must free up these tired souls
Before the sadness kills us both
I tried and tried to let you know
I love you but I'm letting go
It may not last but I don't know
Just don't know
If you don't know
Then you can't care
And you show up
But you're not there
But I'm waiting
And you want to
Still afraid that I will desert you
Everyday
With every worthless word we get more far away
The distance between us makes it so hard to stay
But nothing lasts forever, but be honest babe
It hurts but it may be the only way
A bed that's warm with memories
Can heal us temporarily
The misbehaving only makes
The ditch between us so damn deep
Built a wall around my heart
I'll never let it fall apart
But strangely I wish secretly
It would fall down while I'm asleep
If you don't know
Then you can't care
And you show up
But you're not there
But I'm waiting
And you want to
Still afraid that I will desert you, babe
Everyday
With every worthless word we get more far away
The distance between us makes it so hard to stay
But nothing lasts forever, but be honest babe
It hurts but it may be the only way
Tough we have not hit the ground
It doesn't mean we're not still falling,
Oh I want so bad to pick you up
But you're still too reluctant to accept my help
What a shame, I hope you find somewhere to place the blame
But until then the fact remains
Everyday
With every worthless word we get more far away
The distance between us makes you so hard to stay
Nothing lasts forever, but be honest babe
It hurts but it may be the only way
Everyday
With every worthless word we get more far away
The distance between us makes it so hard to stay
But nothing lasts forever, but be honest babe
It hurts but it may be the only way
Monday, November 21, 2011
Menghempas Naif
"Orang yang punya uang, bisa bahagia atau gak bahagia. Tergantung pilihan hidup yang dia jalani. Tapi orang yang gak punya uang, bisa dipastikan gak bahagia"
Papa, suatu malam antara Kemanggisan - Kebun Jeruk
Monday, October 10, 2011
Aziatic
Kurang kerjaan, memang. Apalgi, tumben-tumbennya kan saya suka sama seorang personil band asal KOREA. Iya, KOREA Selatan tempat asalnya Super Junior, SM*SH, serta inspirator bagi kelahiran 7Icons, Cherybelle, dan SM*SH dalam negeri. Gak, ini gak becanda kok.
Mungkin pengaruh saya masih gak enak badan *pembelaan. Soalnya kemarin saya mual-mual, diare, serta sedikit demam. Pagi ini saya pusing-pusing dan tulang-tulang saya ngilu. Malam ini tinggal sisa pusingnya saja.
Nah, tadi pagi waktu pusing-pusing ngilu-ngilu itu, saya nonton Channel V. Ada tayangan tentang grup band rock r n'b Korea bernama Aziatix. Saya lihat video klipnya, kok bagus ya. Beda sama musik korea yang mainstream. Mereka ini band, main alat musik, nyanyi gak lipsync, nge-rap, dan pelafalan bahasa Inggris-nya bagus sekali. Ternyata mereka orang Korea yang lahir di AS. Ada yang di LA, Boston, New York. Vokalis utamanya, gondrong-gondrong bagus gitu pula.
Nih video klipnya
Lalu di malam kurang kerjaan, ditemani pusing dan mulut pahit ini, saya browsing tentang Aziatix, sebuah grup musik Korea yang menurut mantan kakak kelas Sanur saya, under represented.





Ternyata si vokalis sipit oke bernama Eddie Shin (Eddie 에디). Eddie lahir di Boston, umur 10 tahun ikut keluarganya pindah ke Korea, umur 16 uda jadi penulis lagu, kuliah musik di New York University.
*brb jedotin kepala ke tembok. woaaa.


